Tampilkan postingan dengan label jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jaringan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 April 2010

Setting Router Dinamis Dengan Menggunakan RIP Pada Linux Debian 4.0

RIP (ROUTING INFORMATION PROTOCOL)

Routing Information Protocol atau yang dikenal RIP adalah dinamik routing protokol yang sudah cukup tua. Di ciptakan sekitar tahun 1970.
Cara kerjanya berdasarkan Distance Vector Routing Protocol, yang berarti akan mempergunakan pendekatan berapa banyak hop (lompatan) router yang akan ditempuh untuk mencapai suatu network. Dan yang akan dipilih adalah hop terpendek.
Cara Kerja

RIP bekerja dengan menginformasikan status network yang dipegang secara langsung kepada router tetangganya.

Karakteristik dari RIP:

* Distance vector routing protocol
* Hop count sebagi metric untuk memilih rute
* Maximum hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable
* Secara default routing update 30 detik sekali
* RIPv1 (classfull routing protocol) tidak mengirimkan subnet mask pada update
* RIPv2 (classless routing protocol) mengirimkan subnet mask pada update



Satu hal yang perlu diperhatikan adalah RIP zebra secara default mempergunakan versi 2, sedangkan Cisco versi 1.
Konfigurasi

Sama halnya dengan zebra, daemon rip dapat dikonfigur lewat 2 cara.

Konfigurasi dengan 2 cara :

1. edit langsung pada file ripd.conf

root@opera zebra# vi ripd.conf
root@opera zebra# service ripd restart

2. melalui remote vty
telnet ke port 2602

root@opera zebra# telnet 127.0.0.1 2602
Hello, this is zebra (version 0.94).
Copyright 1996-2002 Kunihiro Ishiguro.

Konfigurasi RIP sangat sederhana, secara umum hanya membutuhkan 3 entri dalam running configurasi.
Masukkan network mempunyai router tetangga RIP dan network yang akan disebarkan ke router tetangga.

ripd(config)# router rip
ripd(config-router)# network 192.168.1.0/24
ripd(config-router)# network 10.1.1.0/24
ripd(config-router)# ^z
ripd#

Untuk memeriksa status RIP

ripd# show ip protocols
Routing Protocol is "rip"
Sending updates every 30 seconds with +/-50%, next due in 7 seconds
Timeout after 180 seconds, garbage collect after 120 seconds
Outgoing update filter list for all interface is not set
Incoming update filter list for all interface is not set
Default redistribution metric is 1
Redistributing:
Default version control: send version 2, receive version 2
Interface Send Recv Key-chain
Routing for Networks:
10.1.1.0/24
192.168.1.0/24
Routing Information Sources:
Gateway BadPackets BadRoutes Distance Last Update
Distance: (default is 120)

Untuk melihat routing yang didapat dari RIP tetangga.

ripd# show ip rip
Codes: R - RIP, C - connected, O - OSPF, B - BGP
(n) - normal, (s) - static, (d) - default, (r) - redistribute,
(i) - interface

Network Next Hop Metric From Time

Jangan lupa untuk menyimpan konfigurasi kedalam file.

ripd# write memory
Configuration saved to /etc/zebra/ripd.conf
Lanjutkan Membaca...

Troubleshoot Jaringan Pada Windows

Troubleshooting Network yang paling sering terjadi pada Windows
Koneksi Internet Terputus, apa yang harus dilakukan ?
Beberapa langkah yang sebaiknya diikutin adalah sebagai berikut :

step 1: siapkan minumanlah biar gak haus
step 2: pastikan posisi anda senyaman mungkin
Step 3: Cek nyala lampu pada Ethernet dan kabel Ethernet
- Jika tidak ada tanda koneksi, check kabelnya
- Cek juga lampu pada hub/switch termasuk powernya.


Step 4: Pastikan, setting ip,dns dan default gw sudah dikonfigurasi dengan tepat.
- gunakan ipconfig, ipconfig/all untuk memeriksa.
- gunakan ipconfig/release, ipconfig/renew untuk jaringan
yang menggunakan dhcp.
Step 5: Ping Default Gateway
- ip default gateway dapat dilihat melalui perintah ipconfig
Step 6: Ping DNS dan proxy server (jika policy jaringan harus menggunakan
proxy)
Step 7: Jika semuanya berhasil, ping dan tracert ke ipserverdns dan ipserverproxy
Step 8: Jika semuanya berhasil, coba ping dan tracert ke situs luar spt
www.google.com
Lanjutkan Membaca...

Sabtu, 27 Februari 2010

mengkremping kabel cross dan straigh

mungkin sering kali anda bertanya tentang" bagaimana cara mengkremping yang baik ? " .
kali ini saya akan menjelaskan kepada anda bagaimana mengkremping(memasang kable UTP ke konektor RG 45) terutama pada kabel cross dan straigh


sebelum kita mulai ada tahap-tahap yang perlu diperhatikan yaitu:
1. pertama pastikan tangan anda kaering terlebih dahulu, jadi kenapa tangan anda harus kering karena agar memudahkan anda dalam melakukan pemilahan kabel.
2. kedua santai saja (tidak usah terburu-buru)

sekarang kita akan memulai untuk mengkremping kabel cross.
1. ambillah kabel secukupnya sesuai dengan kebutuhan anda
2. kupas kabel dan potong kulit kabel sepanjang kurang lebih 5 cm(ingat jangan potong serabut putih didalam kabel meskipun mengganggu proses pemilahan kabel anda)

3.kemudian pilah ujung kabel tersebut
A. pada ujung A urutan kabel putih hijau,hijau,putih orange,orange,putih hijau,biru,putih biru, hijau, putih coklat, coklat
B. sedangkan pada ujung B putih orange, orange, putih hijau, biru, putih biru,hijau, putih coklat, coklat

kemudian rapikan ujung kabel tersebut sehingga dapat masuk ke dalam konektor


setelah itu masukkan konektor yang telah dimasuki kabel untuk segera di klemp
agar kabel tidak lepas dari konektor

untuk mengkremping kable straigh dapat dilakukan dengan cara diatas dengan urutan sebagai berikut:

A. pada ujung A silahkan pilah dengan ujung kabel putih orange, orange, putih hijau, biru, putih biru,hijau, putih coklat, coklat
B. sedangkan pada ujung B sama saja dengan ujung A

setelah melakukan kremping silahkan test dengan alat pengetest yaitu tester



















"selamat mencoba"
Lanjutkan Membaca...

Jumat, 26 Februari 2010

instalasi dan konfigurasi samba server pada debian 4.0

pertama-tama yang perlu anda ketahui "apakah yang dimaksud dengan samba server itu?"
samba server adalah sebuah server untuk keperluan berbagi file yaitu sama halnya dengan melakukan sharing file, akan tetapi bersifat server.

sebelum anda melakukan konfigurasi anda harus mengistall OS debian terlebih dahulu kemudian ikuti langkah-langkah berikut:

1.mount cd 1 debian dahulu agar packet sambanya terbaca.
@debian:apt-cdrom add

2.setelah dimount install samba servernya.
@debian:apt-get install samba

3.setelah berhasil diinstall lakukan konfigurasi pada smb.conf yang terletak pada /etc/samba/smb.conf "yang perlu diingat sebelum diedit backup dulu smb.conf yang asli"

4.kemudian edit dan tambahkan


security = share


lalu tambahkan kode berikut diatas setingan untuk sharing printer

[nama sharing-an]
comment = folder sharing-an
path = /home/user/folderyangakandisharing
browseable = yes
read only = yes
writable = no
guest ok = yes
public = yes

5.untuk sharing cdrom anda sukup menghilangkan tanda ;

6.selesai mensetting simpan konfigurasi tersebut, kemudian restart sambanya
@debian:/etc/init.d/samba restart

catatan:

1.nama sharing-an nanti akan menjadi nama file yang akan anda sharing
2.path merupakan tempat dimana anda akan mensharing folder
misal folder anda pada direktori user lola maka anda harus menuliskan /home/lola/folderyangandabuat-atau-andasharing.
3.untuk memberikan hak akses pada user yang akan menambahkan file kita chmod dulu foldernya.
caranya @debian:chmod 777 nama folder
4.browseable adalah untuk memperbolehkan user untuk memasuki folder kita
5.untuk writable adalah untuk memperbolehkan user untuk menambahkan file atau mengedit
6.read only adalah untuk membatasi agar user dapat melihat file saja tanpa harus menambahkannya
7.untuk guest ok dan public adalah user yang boleh mengaksesnya


untuk mencoba apakah berhasil atau tidak ketik \\alamat ip address server pada run

jika berhasil akan muncul folder sharing-an

sekian dan selamat mencoba .


"semoga bermanfaat"
Lanjutkan Membaca...

Jumat, 20 November 2009

membuat router statis pada linux denian 4.0

disini saya akan menjelaskan bagaimana cara membuat router statis dari linux debian.
~ Pertama –tama install komputer dengan Linux Debian
dan install mc pada cd binary ke 4, dan pada root ketik apt-get install mc
~ Komputer harus memiliki 2 Buah Lan Card
~ Kemudian setting IP ke dua Lan card tersebut
~ masuk ke mc,1 Lan Card disambungkan ke router (eth0) Satunya ke client (eth1) dengan eth0 sebagai output untuk client kita dan eth1 merupakan input dari server, lalukita masuk ke /etc/network lalu interfaces tekan F4 ,dan mengetik berikut ini:


Auto eth0
Iface eth0 inet static
address 192.168.7.1
netmask 255.255.255.0

auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.5.1
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.5.1

#auto lo
#iface lo inet loopback

~ setelah selesai maka akan tampak seperti dibawah ini















~ Setelah semuanya sudah di ketik simpan dengan tekan F2
~ Kemudian restart ip tersebut dengan ketik /etc/init.d/networking restart
~ Untuk Memastikan Ip tersebut sudah masuk ,lihat dengan menggunakan ifconfig dan perintah route untuk mengecek gateway
~ Kemudian aktifkan ip forwardingnya dengan masuk ke /etc/sysctl.conf , lalu hapus tanda (#) pada ipforwarding di ipv4
~ Kemudian Routing dengan mengketik :
debian#iptables –t nat –A POSTROUTING –s 192.168.7.0/24 –j MASQUERADE

debian#iptables-save

~Kemudian lihat dengan mengetik perintah
debian#iptables –t nat –n –L

~Kemudian ping 192.168.7.1 pada computer klient

jika tidak menunjukkan pesan error ataupun pada saat melakukan ping muncul pesan RTO (request time out) atau unrecable maka router sukses

"selamat mencoba"
Lanjutkan Membaca...

Kamis, 19 November 2009

FTP server pada debian 4.0

disini saya akan menjelaskan bagaimana membuat server FTP dimana di dalam server ini kita bisa menyimpan data atau bahkan mengambil data ataupun berbagi data dengan teman anda dengan koneksi download yang sangat cepat.

inilah cara-cara penjelasan untuk setting server FTP

1. Install paket vsftpd
#apt-get install vsftpd

2. Mengedit script vsftpd.conf
#pico /etc/vsftpd.conf

3. Fungsikan beberapa script dibawah ini atau hilangkan tanda # -nya

anonymous_enable=YES ——> (ftp public)
local_enable=YES
write_enable=YES
anon_upload_enable=YES
anon_mkdir_write_enable=YES
dirmessage_enable=YES
xferlog_enable=YES
connect_from_port_20=YES

Setelah selasai simpan konfigurasi tsb.

3. buat user sendiri untuk ftp pribadi

#adduser admin

NB: passwordnya terserah anda

4. ubah kepemilikan folder ftp dengan user anda tadi

#chown admin /home/ftp

5. restart daemon FTP

#/etc/init.d/vsftpd restart

6. Testing FTP :
Masuk Ke Internet Explorer
Lalu Masukkan ftp Address anda
ftp://192.46.45.238



jika sudah berhasil kita tinggal megupload file – file yang ingin kita masukan ftp secara public pada direktori /home/ftp/

"selamat mencoba"
Lanjutkan Membaca...

Senin, 16 November 2009

Cara Sharing File melalui LAN pada windows XP

mungkin anda bertanya "apakah saya bisa mencopy file yang sangat besar dari komputer A kekomputer B tanpa melepas hardisk, melalui flashdisk dan menggunakan hardisk eksternal?"
disini saya akan menjawab pertanyaan anda.

1.pertama sebelum anda melakukan proses pengcopyan data yang harus anda lakukan terlebih dahulu adalah siapkan 1 buah kabel cross
2. setelah anda siapkan kabel tersebut kemudian anda tancapkan ethernet komputer A dan B
3. setting ip untuk komputer A (192.168.1.2 dengan netmask 255.255.255.0)
untuk komputer B (192.168.1.3 dengan netmask 255.255.255.0)
4. setelah itu lakukan proses sharing yang biasanya anda lakukan pada sharing local area network anda

5. selesai, kini anda siap untuk mengcopy beberapa file besar yang anda inginkan dari komputer anda

nb: akan tetapi anda perlu ingat komputer A dan komputer B harus satu workgroup
Lanjutkan Membaca...

Senin, 09 November 2009

DHCP Server pada Debian 4.0

kali ini saya akan memberitahukan kepada anda tentang cara mensetting dhcp-server pada debian 4.0
1. sebelum anda mulai mengkonfigurasi yang pertama anda harus anda lakukan menginstall dhcp-servernya terlebih dahulu.
debian#apt-get install dhcp3-server

2. kemudian setelah terinstall kita setting pada dhcpd.conf
debian#mc /etc/dhcp3/dhcpd.conf
3. kemudian hilangkan tanda uncomment ( # ) dan edit scriptnya seperti di bawah ini

subnet 192.168.17.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.17.1 192.168.17.10;
optiondomain-name-servers 192.168.17.1;
option domain-name “testing.com”;
option routers 192.168.17.1;
option broadcast-address 192.168.17.255;
default-lease-time 3600;
max-lease-time 7200;
}


4.setelah mengkonfigurasi file tersebut lalu simpan.

nb:
pada baris pertama merupakan subnet dan netmask. baris kedua merupakan ip range,jadi apabila ada client yang terkoneksi pada server anda akan mendapatkan ip secara acak pada ip no 1-10.baris ketiga pemberian DNS untuk klien, baris keempat adalah name buat klien, baris kelima merupakan router ip, baris keenam merupakan broadcast ip, baris ketujuh adalah default waktu sewa dan baris terakhir maksimum waktu sewa.

5. kemudian restart dhcp server anda
debian#/etc/init.d/dhcp3-server restart


jika tidak menunjukkan pesan error berarti konfigurasi dhcp server anda telah benar
Lanjutkan Membaca...
 

smart Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template